Skyblivion: Proyek Remake Fan yang Terus Berkembang di Tengah Remake Resmi Bethesda

Kabar bahwa Bethesda tengah mengerjakan remake resmi The Elder Scrolls IV: Oblivion mengejutkan banyak penggemar, terutama yang telah mengikuti perkembangan Skyblivion. Proyek ini adalah hasil kerja keras komunitas penggemar yang menggunakan mesin game dari Skyrim untuk membangkitkan dunia Oblivion dengan grafis dan gameplay modern.

Meskipun pengumuman dari Bethesda sempat membuat banyak orang bertanya-tanya tentang masa depan Skyblivion, tim pengembang justru semakin bersemangat. Rebelzize, pemimpin proyek Skyblivion, mengungkapkan bahwa pengumuman remake resmi tidak mengurangi semangat timnya. Sebaliknya, mereka justru merasa didorong untuk melanjutkan proyek ini. Rebelzize bahkan menegaskan bahwa Skyblivion tetap akan menjadi proyek penuh gairah bagi timnya.

Menurut Rebelzize, tahun 2025 akan menjadi tahun yang istimewa bagi para penggemar Oblivion. Mereka akan memiliki dua versi dari game legendaris ini—satu dari Bethesda dan satu lagi dari Skyblivion. Bagi penggemar, ini adalah kesempatan untuk menikmati dunia Oblivion dari dua perspektif berbeda, baik melalui remake resmi atau versi fan-made yang penuh dedikasi.

Tim Skyblivion juga menerima banyak dukungan dari komunitas lain, termasuk para kreator mod dari proyek Fallout: London. Mereka menekankan pentingnya persatuan di antara komunitas modder. Skyblivion sendiri ditargetkan untuk dirilis pada tahun 2025, setelah lebih dari satu dekade pengembangan. Para pengembang berkomitmen untuk memberikan pengalaman yang lebih halus dan modern dalam menjelajahi dunia Tamriel.

Inovasi Besar Esports Honor of Kings 2025: Investasi Fantastis dan Turnamen Global

Pada grand final Honor of Kings Invitational Season 3, James Yang, Direktur Senior Level Infinite Global, mengungkapkan rencana ambisius untuk esports Honor of Kings (HOK) sepanjang 2025. Pengembang game ini telah menyiapkan dana investasi sebesar US$15 juta atau sekitar Rp248,7 miliar guna memperkuat ekosistem esports HOK. Anggaran tersebut mencakup penyelenggaraan tiga turnamen global, tujuh liga profesional regional, serta kompetisi untuk komunitas amatir dan pelajar.

Turnamen internasional pertama yang digelar tahun ini adalah Honor of Kings Invitational Season 3, yang berlangsung di Manila, Filipina, dari 21 Februari hingga 1 Maret 2025. Kompetisi ini diikuti oleh tim dari berbagai wilayah, termasuk Filipina, Indonesia, Malaysia, Eropa, MENA, JPDR, dan Wildcard. Selain itu, ada dua turnamen global lain yang telah dijadwalkan, yaitu Honor of Kings World Cup (KWC) yang akan diadakan bersamaan dengan Esports World Cup (EWC) pada Juli, serta HOK International Championship yang akan digelar pada November.

Tujuh liga profesional baru juga diperkenalkan untuk mendukung perkembangan esports HOK. Salah satu yang paling menonjol adalah Indonesia Kings League (IKL), yang akan menampilkan tim besar seperti RRQ, Bigetron Esports, Onic Esports, Dominator Esports, Kagendra, Mahadewa, Alter Ego, dan Talon. Selain itu, liga profesional lainnya seperti Philippines Kings League (KPL), Malaysia Kings League (MKL), Major East League (KME), Major West League (KMW), Brazil Championship (CHOKBR), dan Wildcard Kings League (WKS) juga akan menjadi bagian dari ekosistem kompetitif HOK di tahun ini.

Di tingkat komunitas, Level Infinite melaporkan bahwa Open Series yang berlangsung dalam dua musim telah menarik lebih dari 150.000 pendaftar. Selain itu, Campus Series (KCS) juga diperkenalkan, mencakup 92 negara dan wilayah dengan total hadiah US$100.000. Dengan investasi besar dan turnamen yang semakin berkembang, Honor of Kings terus menunjukkan inovasi dalam dunia esports, membuka lebih banyak peluang bagi pemain profesional maupun amatir.