Dewa United Esports Beri Perlawanan Sengit, Namun Takluk dari ONIC Esports

Dewa United Esports harus mengakui keunggulan ONIC Esports setelah melalui pertarungan sengit dalam laga pekan ketiga MLBB Professional League Indonesia (MPL ID) Season 15. Dalam pertandingan yang berlangsung di MPL Arena pada Jumat (21/3), Dewa United tampil dengan semangat juang tinggi, meski akhirnya harus menyerah dengan skor 1-2.

Maybee, Xorizo, Muezza, Octa, dan Reyy diturunkan sebagai line-up utama untuk menghadapi ONIC. Namun, permainan agresif dari Kairi dan rekan-rekannya membuat Dewa United kesulitan mengendalikan jalannya pertandingan di gim pertama. Rotasi cepat serta strategi pick off yang diterapkan ONIC memberikan tekanan besar sejak early game, membuat Dewa kesulitan mencari celah untuk membalikkan keadaan.

Tak ingin kalah begitu saja, Dewa United tampil lebih agresif di gim kedua. Octa yang menggunakan Lunox berkolaborasi dengan Muezza untuk mengambil inisiatif serangan sejak awal. Strategi ini berhasil membuahkan hasil, dengan Dewa United mengamankan kemenangan di gim kedua dan memaksa pertandingan berlanjut ke gim ketiga.

Pada laga penentuan, kedua tim sama-sama menampilkan performa terbaik mereka. Namun, dalam beberapa momen krusial, ONIC Esports menunjukkan permainan yang lebih disiplin dan efisien dalam mengamankan objektif, sehingga berhasil mengamankan kemenangan.

Meskipun harus menerima kekalahan, Dewa United menunjukkan perkembangan yang menjanjikan dengan adaptasi strategi yang semakin solid. Mereka akan kembali berjuang di pekan ketiga MPL ID Season 15, pada Minggu (23/3), dalam laga penting melawan Alter Ego yang bisa menjadi momen kebangkitan mereka.

Liga Esports Nasional Mahasiswa 2025: Langkah Besar Menuju Masa Depan Esports Indonesia

Akademi Garudaku di bawah naungan Pengurus Besar Esports Indonesia (PB ESI) kembali menyelenggarakan Liga Esports Nasional Mahasiswa (LENM) 2025, sebagai wadah pengembangan bakat mahasiswa di seluruh Indonesia. Kompetisi ini bertujuan untuk tidak hanya meningkatkan kemampuan bermain, tetapi juga membangun karakter, disiplin, dan sportivitas dalam industri esports. Dengan mengusung tagline “Jago Aja Ga Cukup,” PB ESI menegaskan bahwa menjadi atlet esports profesional memerlukan lebih dari sekadar keterampilan teknis, tetapi juga mentalitas dan etos kerja yang kuat.

LENM 2025 menghadirkan dua judul game, yaitu Mobile Legends: Bang Bang dan Honor of Kings, yang dipilih berdasarkan aspek pembinaan di kampus, tingkat peminat, serta aksesibilitas perangkat mobile. Selain itu, tahun ini menandai pertama kalinya Grand Final akan digelar secara offline di Bandung, memperkuat komitmen Akademi Garudaku dalam menghadirkan pengalaman esports yang lebih profesional. Registrasi dibuka pada 13 Maret hingga 13 April 2025, dengan rangkaian kompetisi yang mencakup Kualifikasi Terbuka, Kualifikasi Grup, hingga Group Stage Final. Puncaknya adalah Grand Final yang berlangsung pada 24 Mei 2025 untuk Honor of Kings dan 25 Mei 2025 untuk Mobile Legends: Bang Bang, mempertemukan tim-tim terbaik dari seluruh Indonesia.

Selain turnamen utama, LENM 2025 juga menghadirkan program “Goes to Campus” di lima universitas, yang mencakup berbagai kegiatan seperti mini turnamen, seminar, dan aktivasi merek untuk semakin mendekatkan dunia esports dengan lingkungan akademis. Dengan adanya kompetisi ini, PB ESI berharap dapat mencetak lebih banyak talenta berbakat yang siap bersaing di level profesional, sekaligus membawa ekosistem esports Indonesia ke arah yang lebih maju dan berdaya saing tinggi di tingkat global.