ONIC Kiboy Antusias Hadapi EVOS di MPL ID S15: Game Bakal Lebih Keras dan Seru!

Menjelang dimulainya MPL ID Season 15, ONIC Kiboy mengungkapkan rasa penasarannya untuk menghadapi EVOS yang telah mengalami perubahan besar. Kehadiran Alberttt dan KYY dalam roster baru Macan Putih diyakini sang roamer sebagai tantangan baru yang ingin segera ia hadapi.

Setelah performa kurang memuaskan di MPL ID S14, manajemen EVOS melakukan perombakan besar-besaran guna menatap musim baru dengan lebih siap. Langkah pertama mereka adalah mendatangkan Alberttt dari ONIC Esports dalam transfer fenomenal yang mengejutkan banyak pihak. Selain itu, EVOS juga menjalani proses trial panjang dengan melibatkan pemain dari dalam dan luar organisasi guna membentuk komposisi terbaik.

Sejumlah pemain pun resmi meninggalkan tim, seperti DreamS yang kini bergabung dengan Alter Ego, Maykids yang merapat ke Geek Fam, serta Anavel yang kini menjadi bagian dari Bigetron Esports. Sebagai gantinya, EVOS mendatangkan KYY dari Bigetron untuk mengisi posisi roamer, meskipun tim masih memiliki Ivan alias Vaanstrong di dalam roster.

Dengan perubahan besar yang terjadi, ONIC Kiboy meyakini bahwa EVOS di MPL ID S15 akan tampil dengan kekuatan yang sangat berbeda dibandingkan musim sebelumnya. Kehadiran Alberttt dan KYY menjadi faktor utama yang membuat dirinya ingin segera menghadapi Macan Putih di dalam pertandingan.

“Tim yang paling ingin saya hadapi itu EVOS, karena ada Alberttt dan Hengky (KYY) juga. Menurut saya, mereka berdua masih sangat jago, pengalaman mereka banyak, dan pasti bakal bikin pertandingan lebih sulit. Seru sih,” ujar Kiboy.

Tak hanya EVOS, Kiboy juga menyoroti betapa aktifnya seluruh tim dalam melakukan transfer pemain selama off-season. Ia mengaku sudah mengetahui seluruh pergerakan roster di MPL ID S15 dan mengantisipasi persaingan yang bakal berlangsung lebih ketat dari sebelumnya.

“Transfer pemain kali ini benar-benar gila. Semua tim berusaha menjadi lebih kuat, dan saya juga sudah tahu siapa saja yang pindah. Semoga MPL nanti bisa lebih menantang,” tambahnya.

Sementara itu, berbicara mengenai ONIC Esports sendiri, Kiboy menegaskan bahwa timnya akan berusaha kembali mendominasi liga MLBB tertinggi di Indonesia. Pemain bernama lengkap Nicky Fernando Pontonuwu itu optimistis ONIC Esports dapat mempertahankan performa terbaik mereka di MPL ID S15.

“Kalau dari ONIC, kami pasti akan berusaha kembali menjadi ONIC yang seperti biasanya,” pungkasnya.

Melihat berbagai perubahan yang terjadi, persaingan di MPL ID S15 dipastikan akan semakin sengit. Akankah ONIC mampu mempertahankan dominasinya, atau justru EVOS dengan wajah barunya akan menjadi ancaman serius? Kita nantikan aksinya di musim yang baru!

Light Resmi Gabung Bigetron Esports: Bukti MPL ID Masih Jadi Kekuatan Utama MLBB

Keputusan Dylan Aaron Poblete Catipon, atau yang lebih dikenal sebagai Light, untuk bergabung dengan Bigetron Esports menjelang MPL Indonesia Season 15 (MPL ID S15) menjadi bukti bahwa liga tertinggi MLBB di Indonesia masih menjadi salah satu yang terkuat di dunia.

Light, yang sebelumnya membela RSG PH dan meraih gelar juara MPL PH Season 9 serta MSC 2022, akhirnya memilih untuk berkarier di Indonesia. Sebelumnya, rumor kepindahannya sudah beberapa kali mencuat dalam berbagai bursa transfer, tetapi baru kini kepindahannya menjadi kenyataan.

Sebelum bergabung dengan Bigetron Esports, Light mengaku pernah menolak beberapa tawaran dari tim MPL Indonesia. Ia kala itu masih ingin bertahan di Filipina, yang menurutnya merupakan region MLBB terkuat. Namun, setelah resmi menjadi bagian dari Robot Merah, Light kini memiliki pandangan berbeda.

Saat ditanya mengenai region MLBB terkuat saat ini, Light dengan percaya diri menyatakan bahwa Indonesia adalah yang terbaik. Baginya, bergabung dengan Bigetron Esports adalah langkah untuk mewujudkan mimpinya menjuarai kejuaraan dunia M-Series.

“Tentu saja iya (MPL ID adalah region MLBB terkuat). Jika tidak, saya tidak akan bergabung. Tujuan utama saya adalah menjadi juara dunia, dan saya yakin Indonesia bisa kembali meraih gelar tersebut,” ujar Light.

Selain itu, ia juga berharap bisa tampil maksimal dan mengisi posisi yang sebelumnya dipegang oleh KYY. Light mengakui bahwa KYY adalah pemain yang kuat dan konsisten, sehingga ia berambisi untuk tampil lebih baik dan membawa Bigetron Esports meraih kejayaan.

Proses kepindahan Light ke Bigetron Esports sendiri terbilang cukup lancar. Ia sudah terlihat berada di Indonesia sejak beberapa waktu lalu, meski sempat mengalami kendala administratif terkait pengurusan Kartu Izin Tinggal Terbatas (KITAS) yang diperlukan bagi pemain asing di MPL ID.

Saat ditanya apakah ada tim lain yang juga memberikan tawaran sebelum ia bergabung dengan Bigetron Esports, Light mengonfirmasi bahwa ada beberapa tim dari Indonesia dan Malaysia yang sempat mendekatinya. Namun, ia memilih untuk tidak menyebutkan nama tim-tim tersebut.

Dengan kedatangannya ke MPL ID, Light menambah daftar pemain Filipina yang memilih berkarier di Indonesia, membuktikan daya tarik dan kompetitivitas liga MLBB tertinggi di Tanah Air.

Bigetron Tanpa Anavel di ESL Challenge Final: Kejutan yang Mengundang Tanda Tanya

Kehadiran Anavel di Bigetron Esports awalnya sangat dinanti, terutama setelah dia diperkenalkan sebagai pemain baru untuk MPL ID S15. Transfernya dianggap sebagai salah satu yang terbesar musim ini, dan ekspektasi fans Bigetron, yang dikenal dengan julukan Bigetroopers, sangat tinggi. Mereka berharap bisa melihat Anavel langsung turun bertanding, terutama di ajang ESL Challenge Final, di mana Bigetron akan berlaga.

Namun, kenyataan mengejutkan muncul ketika Bigetron memastikan bahwa Anavel tidak akan tampil di turnamen tersebut. Hal ini cukup membuat para penggemar bertanya-tanya, mengingat di saat yang bersamaan, EVOS Esports justru memasukkan Kyy ke dalam roster mereka untuk ESL Challenge Final. Setelah konfirmasi dengan pihak ESL, terungkap bahwa Anavel tidak bisa bermain untuk Bigetron karena sudah terdaftar bersama tim lain, yaitu EVOS, yang sebelumnya sudah berkompetisi di Challenge Season.

Keputusan ini jelas berbeda dengan kondisi Kyy, yang tidak mengalami masalah administratif karena sudah tidak tergabung dalam roster Bigetron sejak sebelumnya. Meski tanpa Anavel, Bigetroopers tetap berharap Super Kenn akan tampil maksimal dan membuktikan kemampuannya. Turnamen ini menjadi kesempatan bagi Super Kenn untuk menunjukkan bahwa dirinya masih pantas bersaing di level tertinggi, sekaligus memberikan tekanan bagi Anavel yang baru bergabung, agar nantinya dapat berkompetisi secara sehat dan kompetitif di tim Bigetron.

Bagi penggemar, meski kekecewaan ada, tetapi semangat dan dukungan untuk tim tetap menggebu, menunggu kejutan lainnya yang bisa ditampilkan oleh Bigetron di turnamen ESL Challenge Final.

Kisruh Trial EVOS diungkap: Audycs Bocorkan Proses Seleksi dan Dituduh Melanggar Etika Tim

Mantan pemain Rebellion Esports, Audycs, baru-baru ini membocorkan detail mengenai proses trial yang dilakukan oleh tim EVOS sebagai persiapan menuju MPL ID S15. Audycs, yang memiliki banyak pengetahuan tentang proses tersebut, membeberkan beberapa hal yang terjadi selama proses seleksi melalui siaran langsung di akun TikTok-nya.

Namun, Audycs terlihat kecewa dengan beberapa keputusan dan merasa tidak diperlakukan dengan adil selama trial EVOS. Meskipun begitu, membocorkan informasi tersebut sebenarnya bisa dianggap sebagai pelanggaran, mengingat proses trial adalah hal yang sangat sensitif bagi tim EVOS, yang dikenal dengan julukan “Macan Putih.”

Mantan Kepala Esports EVOS yang kini menjabat sebagai talent tim Macan Putih, Age, menanggapi kejadian ini dengan cukup keras. Age merasa bahwa apa yang dibocorkan oleh Audycs sangat tidak etis dan bisa merugikan pihak tim. Menurutnya, Audycs seharusnya telah menandatangani perjanjian kerahasiaan atau NDA (Non-Disclosure Agreement), yang mewajibkan semua pihak untuk menjaga kerahasiaan informasi sensitif.

Age juga menyoroti masalah lain terkait akun joki yang digunakan oleh Audycs. Dengan menggunakan akun yang tidak terdaftar atas namanya sebagai pemain profesional MLBB, Audycs berisiko melanggar aturan Moonton, yang bisa berdampak pada karirnya di scene kompetitif. Age pun memberikan peringatan bahwa jika masalah ini dilaporkan, Audycs bisa terkena sanksi, termasuk larangan bermain di turnamen resmi.

Dengan membocorkan informasi mengenai trial EVOS, Audycs mungkin telah kehilangan kesempatan untuk menjadi bagian dari roster EVOS Glory di MPL ID S15. Kasus ini bisa menjadi pelajaran berharga bagi pemain profesional lainnya untuk lebih berhati-hati dalam menjaga informasi internal tim.

Alter Ego Pastikan Nino Bertahan Hingga 2028: Siapkan Strategi Menuju MPL ID S15

Menjelang berlangsungnya MPL ID Season 15 pada Maret mendatang, seluruh tim masih memiliki kesempatan untuk melakukan perubahan dan penyesuaian pada roster mereka. Hingga saat ini, proses penguncian roster (roster lock) belum dilakukan, sehingga setiap tim dapat memperpanjang kontrak pemain, merekrut pemain baru, atau mencoba strategi berbeda.

Alter Ego, salah satu tim yang berlaga di MPL ID, kini memastikan bahwa Syauki “Nino” Sumarno akan tetap menjadi bagian dari El Familia. Nino, yang telah bergabung sejak tahun 2021, memulai perjalanan kariernya di tim MDL Alter Ego sebelum akhirnya promosi ke MPL.

Dalam perkembangan terbaru, Nino dipastikan akan bertahan di Alter Ego sebagai EXP Laner hingga Januari 2028. Hal ini dikonfirmasi langsung oleh COO Alter Ego, Indra Hadiyanto, saat live streaming.

“Alter Ego saat ini masih melakukan trial untuk beberapa pemain dengan role berbeda. Ada Marksman, Jungler, Mid, dan Tank. Hanya untuk posisi EXP Lane tidak ada trial karena sudah dipastikan Nino bertahan,” ungkap Indra.

Indra juga menegaskan bahwa kontrak baru Nino telah diperpanjang hingga tahun 2028. Keputusan ini menunjukkan kepercayaan penuh Alter Ego terhadap kontribusi Nino dalam memperkuat tim.

Dengan persiapan yang matang, menarik untuk menyaksikan bagaimana peran Nino akan berdampak pada performa Alter Ego di MPL ID S15. Akankah ini menjadi langkah penting bagi El Familia untuk meraih gelar juara? Semua akan terjawab di panggung kompetisi mendatang.

Adit ‘Aville’ Rosenda Kembali Menggenggam Takhta EVOS Glory sebagai Pelatih Baru MPL ID S15!

Pada Senin malam, 30 Desember 2024, Adit “Aville” Rosenda resmi diumumkan sebagai pelatih baru untuk tim EVOS Glory di MPL ID S15. Kehadiran Aville ini mengakhiri teka-teki tentang siapa yang akan melatih tim Macan Putih, dan menariknya, dirinya kembali ke rumah yang telah membesarkan namanya, EVOS. Aville bukanlah wajah asing bagi EVOS, karena sebelumnya dia pernah membela tim tersebut di divisi DOTA2.

Aville, yang memiliki pengalaman luas di dunia esports, dikenal oleh banyak pelatih ternama di scene kompetitif MLBB, seperti Khezcute, SaintDeLucaz, Adi, dan Xepher. Bagi yang belum mengenalnya lebih dalam, berikut profil lengkap Adit “Aville” Rosenda: Nama Lengkap: Adit Rosenda, IGN: Aville, Tanggal Lahir: 6 November 1992, Kewarganegaraan: Indonesia, Role: Pelatih, Instagram: EVOS Aville, YouTube: EVOS Aville.

Aville memulai perjalanan kariernya di dunia esports dari Zero Latitude, lalu berlanjut ke Majapahit Esports sebelum akhirnya bergabung dengan EVOS pada tahun 2016. Ia menghabiskan hampir tiga tahun di divisi DOTA2 EVOS hingga 2019. Selama kariernya sebagai pemain profesional, Aville juga pernah menjajal peran sebagai caster di kanal esports WxC Indonesia dan berpartisipasi dalam berbagai event DOTA2 sebagai komentator serta analis. Pada tahun 2020, Aville terjun ke scene Mobile Legends (MLBB). Meskipun tidak melalui jalur kompetisi resmi, ia mengikuti ajang pencarian bakat Esports Star Indonesia dan berhasil meraih juara pertama. Namun, ia belum melanjutkan kariernya secara serius di dunia MLBB pada saat itu. Selain itu, Aville dikenal sebagai streamer aktif yang sering bermain game dan berbincang mengenai topik-topik terkait esports melalui kanal YouTube miliknya.

Pada penghujung tahun 2024, Aville kembali ke scene kompetitif MLBB, kali ini bergabung sebagai pelatih di tim EVOS Esports, tempat yang sudah memulai perjalanan kariernya. Kembalinya Aville ke EVOS tentu menjadi tantangan baru baginya, mengingat para pelatih ternama lainnya seperti Khezcute, SaintDeLucaz, hingga Adi sudah lebih dulu mencatatkan nama besar mereka. Namun, Aville memiliki potensi untuk menunjukkan kemampuannya dan mengejar level yang sama, waktu yang akan membuktikan segalanya.

Adit “Aville” Rosenda memulai perjalanan karier esports-nya di Zero Latitude pada Oktober 2014 hingga Maret 2016, sebelum melanjutkan ke Majapahit Esports pada 2016. Aville kemudian bergabung dengan EVOS Esports pada 21 Agustus 2016, di mana ia berkarier hingga 20 September 2019. Setelah beberapa tahun berkiprah di dunia esports, Aville kembali ke EVOS Esports pada 30 Desember 2024 sebagai pelatih baru untuk tim EVOS Glory di MPL ID S15.

Selama kariernya, Aville berhasil meraih berbagai prestasi bersama tim. Ia menempati posisi kedua pada Indonesia Games Championship 2017 dan Indonesia Pride Gaming League 2017. Pada 2018, ia membawa tim meraih juara pertama di ProDOTA Cup Southeast Asia #13 dan finis di posisi kedua pada ESL Indonesia Championship Season 2 di tahun 2019. Terbaru, Aville juga turut berperan dalam keberhasilan tim meraih juara pertama di IESF World Esports Championship 2022.

Pak AP Jelaskan Mengapa Sutsujin dan Rinz Tak Ambil Libur di RRQ Hoshi

Beberapa waktu terakhir, Sutsujin dan Rinz, dua pemain dari RRQ Hoshi, masih terlihat beraktivitas di GH (Gaming House) meski biasanya pemain yang terlibat dalam turnamen besar seperti M6 diberikan waktu libur untuk istirahat setelah kompetisi. Terlebih lagi, masa libur Natal dan Tahun Baru ini sering dimanfaatkan para pemain untuk pulang dan berkumpul dengan keluarga.

Namun, berbeda dengan pemain lainnya, Sutsujin dan Rinz tetap berada di GH. Hal ini terlihat jelas ketika mereka muncul dalam konten Natal RRQ bersama dua talent wanita, dan Rinz juga sering terlihat melakukan siaran langsung di TikTok.

Penyebab mereka tidak libur akhirnya terungkap saat Sutsujin dan Rinz melakukan siaran langsung bersama Pak AP, pelatih RRQ Hoshi. Ketika ada pertanyaan dari penonton mengenai alasan mereka tidak pulang, Pak AP dengan tegas menjelaskan bahwa keputusan ini bukan tanpa alasan. Ia mengungkapkan bahwa kedua pemain tersebut membutuhkan pembinaan mental lebih lanjut agar bisa belajar dari pengalaman mereka di M6 dan menjadi pemain yang lebih matang.

“Kenapa mereka (Sutsujin dan Rinz) tidak liburan, sementara yang lain pulang? Karena mereka butuh didikan mental dari saya. Kalau tidak ditempa, kami bisa kesulitan di MPL ID S15,” ujar Pak AP.

Pak AP juga menambahkan bahwa meskipun ini mungkin mengecewakan para penggemar Sutsujin dan Rinz, keputusan ini diambil demi kebaikan perkembangan mereka. Ia mengakui bahwa proses ini akan memberi dampak jangka panjang untuk tim dan berharap bahwa kedua pemain akan berkembang lebih baik, baik di dalam maupun di luar permainan.

Kini, publik tentu penasaran bagaimana keputusan ini akan mempengaruhi kinerja Sutsujin dan Rinz di MPL ID S15, apakah mereka akan menjadi lebih kuat dan lebih matang setelah melalui pembinaan yang ketat ini.

Kabar Mengejutkan dari Roster ONIC MPL ID S15: Sanz dan Kiboy Dipastikan Bertahan, Posisi Lain Masih Misteri!

Setelah kesuksesan luar biasa di MPL ID selama beberapa musim terakhir, ONIC mengalami kegagalan tak terduga di MPL ID S14, yang memunculkan berbagai spekulasi mengenai perubahan di roster mereka untuk musim S15. Setelah mendominasi kompetisi dengan masuk grand final dari Season 8 hingga 13, dan meraih juara di empat musim terakhir, kegagalan ONIC untuk pertama kalinya dalam mencapai playoff di hari pertama pada MPL ID S14 mengejutkan banyak pihak.

Kegagalan tersebut memunculkan perbincangan bahwa ONIC harus mulai melakukan regenerasi dalam tim mereka. Selama ini, ONIC dikenal sebagai tim yang jarang melakukan perubahan roster karena selalu tampil superior di musim-musim sebelumnya. Namun, pertanyaan besar muncul: posisi manakah yang akan diganti? Sejauh ini, ini hanya rumor belaka, tanpa ada konfirmasi resmi.

Namun, ada satu pernyataan menarik yang diungkapkan oleh Sanz dalam sesi live-nya. Meskipun tidak jelas apakah itu serius atau hanya candaan, pernyataannya cukup mengejutkan banyak orang. Sanz menegaskan bahwa dirinya dan Kiboy adalah dua pemain yang dipastikan tidak akan keluar dari roster ONIC MPL ID S15, mengatasi rumor yang sebelumnya berkembang mengenai masa depan Kiboy.

“Pastinya saya sama Kiboy masih (di roster ONIC MPL ID S15). Sisanya saya nggak tahu, guys,” kata Sanz. “Saya selesai trial pada tanggal 20 Januari 2025, jadi baru tahu rosternya. Yang pasti, fix saya sama Kiboy ada di roster.”

Sanz juga dengan tegas membantah rumor mengenai keluarnya Kiboy, “Intinya Kiboy nggak keluar. Kalian dapat rumor dari mana sih?” ujar Sanz.

Menimbang pengaruh besar yang dimiliki oleh Sanz dan Kiboy di tim ONIC selama ini, sangat wajar jika keduanya tetap dipertahankan sebagai bagian dari skuad inti di MPL ID S15. Lalu, posisi mana yang akan diisi oleh pemain baru? Hal ini masih menjadi misteri, karena seperti yang dikatakan Sanz, mereka baru akan mengetahui detail lengkapnya setelah selesai trial pada 20 Januari 2025. Selain itu, ONIC juga dipastikan tidak akan bermain di ESL Challenge Season S6 yang akan dimulai awal tahun nanti.

ONIC Mars Muncul di Bataan: Misi Misterius Menjelang MPL ID S15?

ONIC Mars, yang kini menjabat sebagai Head of Esports di Fnatic ONIC ID, telah menjadi sosok yang sangat penting bagi tim esports tersebut. Dengan tanggung jawab besar untuk mengelola semua divisi esports, Mars tak hanya mengurus tim yang ada, tetapi juga aktif dalam scouting pemain, khususnya di divisi MLBB, yang menjadi perhatian utama ONIC.

Meskipun sebelumnya ia sempat menjabat sebagai pelatih, saat ini Mars tengah berjuang keras untuk menemukan pemain yang tepat bagi Fnatic ONIC guna mempersiapkan tim dengan lebih baik di MPL ID S15. Hal ini semakin menarik mengingat ONIC ID harus mengakhiri perjalanan mereka lebih cepat dari yang diharapkan di playoff MPL S14, setelah selalu mencapai grand final di musim sebelumnya dan meraih juara empat kali berturut-turut.

Mars mengunggah story Instagram yang memperlihatkan dirinya berada di Bataan, Filipina, sebuah daerah yang jauh dari pusat kota dan merupakan kampung halaman bagi Kairi, salah satu pemain andalan ONIC. Walaupun tidak menjelaskan tujuan kunjungannya, unggahan foto Kairi kecil menimbulkan spekulasi bahwa mungkin Mars sedang dalam misi terkait negosiasi kontrak dengan Kairi atau keluarganya. Hal ini semakin memunculkan dugaan bahwa Mars mungkin sedang mempertimbangkan untuk mendatangkan pemain berbakat lain dari Bataan, mengingat daerah tersebut juga dikenal melahirkan beberapa pemain terkenal seperti Edward dan Renejay, yang juga merupakan teman dekat Kairi.

Hingga kini, tujuan sebenarnya dari kunjungan Mars ke Bataan masih menjadi misteri. Namun, para penggemar dan pengamat esports menantikan kejutan yang akan datang dari sosok yang sangat aktif dengan media ini, menjelang MPL ID S15.